Tempat Wisata Menarik Nyaman Fress Dan Eksotis Di Indonesia

Friday, June 27, 2014

Objek Wisata Candi Muaro Jambi (Situs Purbakala Dan Sejarah Kuno)

http://cakrawalanegeriku.blogspot.com/
Mungkin kita tidak asing mendengar nama Candi Borobudur atau Candi Prambanan, namun ada yang pernah mendengar Candi Muaro Jambi ?, sesuai dengan namanya Candi Muaro Jambi berda di Kota Jambi, Muaro Jmabi merupakan situs purbakala, kompleks Objek Wisata Candi Muaro Jambi (Situs Purbakala Dan Sejarah Kuno) adalah sebuah kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di Indonesia, situs ini mempunyai luas 12 km persegi, panjang lebih dari 7 kilometer serta luas sebesar 260 hektar yang membentang searah dengan jalur sungai Batang Hari. Letak candi ini berada di desa Muaro Jambi Kecamatan Muaro Sebo, tepatnya di tepi Batang Hari, sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi. Didalam area kawasan Candi Muaro Jambi ini terdapat da beberapa candi, diantaranya adalah Candi Astano, Candi Tinggi, Candi Gumpung, Candi Kembar Batu, Candi Gedong, Candi Kedato dan Candi Koto Mahligai.

Kompleks Candi Muaro Jambi yang di dalamnya tersimpan lebih dari 80 reruntuhan candi dan sisa-sisa permukiman peradaban kuno dalam rentang abad IX-XV Masehi. Dalam sumber peninggalan tertulis, Dinasti Tang dari Cina menyebutkan adanya perjalanan pendeta Buddha bernama I-Tsing pada tahun 672 Masehi untuk memperdalam agama Buddha ke India. Dalam perjalanannya, I-Tsing singgah di Sriwijaya. Peristiwa singgahnya I-Tsing tergambar dari Prasasti Karangbrahi yang ditemukan di wilayah Jambi hulu. I-Tsing menceritakan perjalanannya dan menggambarkan keadaan sebuah kolam yang diyakini sama dengan peninggalan yang ditemukan di Muaro Jambi.

http://cakrawalanegeriku.blogspot.com/
Meskipun belum sepopuler candi lain di Pulau Jawa, situs purbakala yang diyakini juga sebagai salah satu pusat pengembangan agama Buddha di masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu situs besar yang dimiliki Indonesia. Candi Muaro Jambi merupakan warisan budaya bernilai tinggi di mana bangunan-bangunan candi dan bekas reruntuhannya menunjukkan bahwa di masa lalu Percandian Muaro Jambi pernah menjadi pusat peribadatan agama Budha Tantri Mahayana. Hal ini terlihat dari ragam temuan sarana ritual seperti, Arca Prajnaparamita, reruntuhan stupa, dan arca gajah Singh. Dilihat dari segi arsiteknya, bangunan tersebut merupakan kebudayaan Budhis pada abad ke IV dan V masehi. Salah satu penemuan arca di Candi Gumpung memperlihatkan ciri-ciri yang banyak persamaannya dengan arca Prajnaparamita dari zaman Singosari. Beberapa meter dari candi telaga tempat pemandian para raja yang dinamakan telaga Rajo.

Berdasarkan aksara Jawa Kuno pada beberapa lempeng peninggalan diperkirakan berkisar dari abad ke-9-12 Masehi. Di situs ini baru sembilan bangunan yang telah dipugar dan kesemuanya bercorak Buddhisme. Kesembilan candi tersebut adalah Candi Kotomahligai, Kedaton, Gedong Satu, Gedong Dua, Gumpung, Tinggi, Telago Rajo, Kembar Batu, dan Candi Astano. Dari sekian banyaknya penemuan yang ada daerah itu diperkirakan dahulu wilayah ini menjadi tempat bertemunya berbagai budaya. Ada manik-manik yang berasal dari Persia, Republik Rakyat Cina, dan India. Agama Buddha Mahayana Tantrayana diduga menjadi agama mayoritas dengan diketemukannya lempeng-lempeng bertuliskan "wajra" pada beberapa candi yang membentuk mandala.

Candi Tinggi terletak ±200 meter timur laut Candi Gumpung. Candi berukuran 75x92 m yang dipagar sejak tahun 1979-1988. Pintu gerbang utamanya berada disisi timur. Didalam halaman kelompok Candi Tinggi terdapat sebuah candi Induk dan enam buah Candi Perwara.

http://cakrawalanegeriku.blogspot.com/
Dikompleks candi Muaro Jambi ini, terdapat Candi Kembar Batu, letaknya sekitar 250 meter di tenggara Candi Tinggi . diareal candi ini terdapat struktur tiang bangunan yang terbuat dari kayu dan dengan lantai yang terbuat dari batu bata. Sebuah Gong Cina pernah ditemukan oleh para arkeolog. Gong yang terbuat dari perunggu beraksara Cina ini ditengarai sebagai gong perang, yang kini tersimpan di Museum Negeri Jambi. Dan ada juga candi induk, berukuran 11,5 x 11,5 meter berada didepan Candi Perwara.

Kemudian ada Candi Gedong yang terdiri dari dua bagian yakni Gedong 1 dan Gedong 2. Kedua Candi tersebut lokasinya sangat berdekatan, sekitar 150 meter jarak antara keduanya. Candi ini terletak sekitar 1.450 meter dari sebelah timur Candi Kedaton. Candi Gedong 1 ini sangat unik, dalam bangunan yang berbentuk bujur sangkar ini banyak dijumpai temuan purbakala seperti mata uang kepeng dari Cina sebanyak 161 buah, peralatan keagamaan, bata berprofil, bata bertekuk, bata bergores dan kramik Cina serta gerabah local (tembikar), di lokasi Candi Gedong juga terdapat sebuah arca Jagopati ( Arca Prajurit). Sebagian besar huruf yang tertera pada benda-benda tersebut berasal dari Dinasti Tang (618-907 M), dinasti Tang selatan (937-976 M), dan dinasti Sung ( 960-1280 M).

http://cakrawalanegeriku.blogspot.com/
Tidak kalah menakjubkannya, Sampai awal abad ke-21 M ini, disitus candi Muaro Jambi telah teridentifikasi kurang lebih 110 bangunan candi yang terdiri dari kurang 39 kelompok candi, dimana sebagian besar masih berupa gundukan tanah (menapo) yang belum dikupas (diokupasi). Bangunan candi tersebut adalah peninggalah kerajaan melayu hingga kerajaan Sriwijaya, yang berlatar belakang kebudayaan melayu budhis. Diperkirakan candi-candi dilokasi situs sejarah candi Muaro jambi mulai dibangun sejak abad 4 M, salah satu diantara kelompok candi tersebut adalah Candi Gumpung.

Lokasi Candi Gumpung berada pada 500 meter sebelah kanan sungai Batanghari. Candi Gumpung adalah candi terbesar kedua setelah candi Kedaton. Candi Gumpung tersusun dari batu bata dari berbagai jenis, bentuk dan ukuran. Kelompok Candi Gumpung dikelilingi pagar yang membentuk bujur sangkar dan memiliki panjang keseluruhan 604,40 meter. Luas keseluruhan areal Candi Gumpung adalah 229,50 m2. Didalam Candi Gumpung terdapat Candi Perwara sebanyak 5 buah yang belum jelas benar wujudnya, terdapat pula 4 buah gapura dan 2 buah tempat yang diperkirakan bekas kolam.

http://cakrawalanegeriku.blogspot.com/
Awalnya situs Muaro Jambi tidak banyak dikenal orang dan hanya diketahui oleh penduduk setempat. Baru pada sekitar tahun 1820, secara terbatas situs ini mulai terungkap setelah kedatangan S.C. Crooke, seorang perwira Inggris ketika bertugas untuk pemetaan Sungai Batanghari.  Ia mendapat laporan dari penduduk setempat tentang adanya peninggalan kuno di Desa Muaro Jambi. Selanjutnya tahun 1935-1936, seorang sarjana Belanda yang bernama F.M. Schnitger, dalam ekspedisi purbakalanya di wilayah Sumatera sempat melakukan penggalian terhadap situs Muaro Jambi ini. Sejak itu Muaro Jambi mulai dikenal secara luas sejak 1976 sampai saat ini, dan secara serius serta bertahap banyak dilakukan penelitian dan preservasi arkeologi untuk menyelamatkan situs dan peninggalan bersejarah di situs Muaro Jambi ini. Candi ini saat ditemukan merupakan batu merah yang tetumpuk. Beberapa tertumpuk membentuk stupa seperti layaknya candi Budha lainnya.

http://cakrawalanegeriku.blogspot.com/
Candi Muaro Jmabi ini merupakan aset yang dimiliki oleh Indonesia yang dapat dimanfaatkan di bidang ilmu pengetahuan, kebudayaan, pariwisata, sosial, agama, dan ekonomi. Karenanya untuk menjaga kelestarian situs ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi telah mendaftarkan Candi Muarojambi sebagai salah satu warisan dunia Unesco. Langkah ini merupakan upaya untuk menjadikan situs Candi Muarojambi sebagai salah satu warisan dunia.

Cara untuk menuju lokasi Objek Wisata Candi Muaro Jambi (Situs Purbakala Dan Sejarah Kuno). 

http://cakrawalanegeriku.blogspot.com/
Situs Percandian Muarojambi terletak di Desa Muaro Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Dari Kota Jambi situs ini kurang lebih berjarak 40 kilometer dan dapat ditempuh melalui jalan darat atau sungai dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.

Jika melalui jalur sungai, lama perjalanan lebih kurang 20 menit dengan menggunakan speed boat. Sedangkan jika menempuh jalur darat, perjalanan dapat ditempuh melalui 2 rute. Rute pertama perjalanan dimulai dari Kodya Jambi ke Jembatan Aur Duri menuju Olak Kemang dan ke lokasi objek wisata. Rute kedua, perjalanan dimulai dari Kodya Jambi ke Jembatan Aur Duri menuju Simpang Jambi Kecil dan ke lokasi objek wisata.

Sekian ulasan mengenai Objek Wisata Candi Muaro Jambi (Situs Purbakala Dan Sejarah Kuno), semoga ulasan dalam postingan kali ini bida memberikan wawasan lebih dan dapat dijadikan salah satu sasaran tujuan wisata anda. Semoga bermanfaat.


Sumber :
http://jambiprov.go.id/
http://travel.okezone.com/
http://travel.kompas.com/
http://www.tempo.co/
http://id.wikipedia.org/

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive

Demosmagz.com

Info Untuk Kita

Alamat Lengkap

Bacaan Untuk Dewasa

Powered by Blogger.

Facebook

Followers

Contact Us

Name

Email *

Message *